#Style:  Kisah Hanifa Ambadar, Sukses Jadi Ibu dan di Bisnis Digital

AnekaNews.com  – Menulis dan dunia gaya hidup seolah dua hal yang begitu melekat pada sosok Hanifa Ambadar, pendiri dan juga CEO Female Daily Network. Berawal dari seorang blogger, kini wanita kelahiran Jakarta 21 Mei 1979 ini kian matang menggeluti bisnis yang dijalaninya.

Kepada AnekaNews.com , ibu dari dua anak ini bercerita tentang kisahnya merintis bisnis yang dibangunnya tanpa melupakan tugas menjadi istri sekaligus ibu di saat yang bersamaan.

“Awalnya saya memang seorang blogger sejak 1999, karena saya senang menulis. Hanya saja waktu itu saya lebih senang menulis seputar kegiatan sehari-hari saya sewaktu kuliah di Amerika,” katanya saat ditemui pada sebuah acara di Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bekerja di sektor ritel, membuat Hanifa kian akrab dan makin mendalami dunia tersebut dan banyak menuliskan pengalamannya di dalam blognya. Tak disangka respons yang didapatkannya sangat positif, dan membuatnya memutuskan untuk mengembangkan hobinya menjadi suatu yang bermanfaat dan menghasilkan.

“Akhirnya ini bisa banget sih dikembangin lagi terus aku ajak beberapa teman untuk sharing di situ juga supaya kontennya di situ lebih banyak,” kata dia.

Dari situ, ia terus mengubah tampilan blognya, dan mengubah gaya bahasa, serta dilengkapi dengan foto yang mendukung untuk mempercantik tampilan blog itu.

“Setelah itu mulai ada beberapa yang mau beriklan padahal waktu itu masih di Amerika. Di sana ada digital agency mau pasang banner iklan,” kata dia.

Melihat bahwa di Indonesia juga memiliki peluang dan potensi yang besar, Hanifa akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jakarta.

“Jadi sekitar tahun 2009-2010 aku baru menjalankan as a company, mulai mengelola orang, mulai punya klien. Dalam jangka waktu panjang kemudian dapat investasi juga dan sekarang bisa jadi lebih besar.”

Saat ini, kata Hanifa, timnya semakin besar, ada 50 orang lebih yang ikut bergabung dengannya.

Wanita lulusan Pemasaran dari Southern Illinois University of Carbondale dan MBA dari Maryville University, St. Louis – MO, Amerika Serikat ini juga bercerita, sebagai wanita karier, ia tak lupa dengan perannya sebagai istri juga ibu untuk anak-anaknya.

Jadi Istri, Ibu, Juga Wanita Karier

Hanifa, meski sibuk bekerja, tetap merupakan ibu dan juga istri yang sangat baik. Menikah dan memiliki anak di usia muda juga tidak menghambat langkahnya terus mengembangkan bisni. Bahkan ia mengaku, sang suami adalah salah satu orang yang sangat mendukung perjalanannya.

“Dia lebih ke suporter yang tahu banget perjalanannya dari awal ngeblog sampai sekarang, terus sampai kalau kita lagi di jalan sampai ngobrol terus ngebayangin mimpi-mimpi kita memandang ini bisa sebesar apa, dia ada. Di setiap semua keputusan besar aku itu pasti ada dia,” ungkap Hanifa.

Bahkan, menurut Hanifa, sang suami juga sangat mengerti dan rela jika harus menjaga anak-anak saat jam-jam sibuk Hanifa.

“Sampai sekarang itu masih bantu banget sampai sekarang kalau harus bikin presentasi atau proposal atau apa atau urusin meeting atau pas weekend, dia yang menjaga anak-anaknya, dia banyak banget bentuk supportnya,” lanjutnya.

Hanifa juga mengungkapkan, sang suami pernah mengatakan kepadanya, seorang perempuan bisa menjadi lebih menarik jika menjadi dirinya sendiri dan mengembangkan dirinya di luar identitasnya sebagai ibu.

“Dia ngerasa setelah aku berkantor itu juga jadi lebih pintar ngomong, jadi lebih sejajar lebih kayak partner daripada di rumah saja yang cuma ngurusin anak-anak aja,” tambah dia.

Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Hanifa. Terutama dalam membagi waktu dan prioritas. Dia mengaku bahwa saat mempunyai anak memang tidak bisa terlalu membenamkan diri di dunaa karier. Menurutnya hal itu karena ada prioritas lain yang diutamakan yakni keluarga.

“Jadi kadang-kadang kita harus sedikit ngerem yang di kantor dan lebih banyak di rumah dan itu enaknya punya bisnis, punya partner. Kadang kalau kita harus fokus di rumah nanti yang di kantor ini bisa membantu,” ucap dia.

Meski demikian, ia juga tak pernah merasa kesulitan membagi waktu. Semua ia jalani dengan porsinya yang pas. Belum lagi dia juga sangat mencintai pekerjaannya.

“Enaknya dengan kegiatan aku sekarang, it doesn’t like work jadi kerjanya ketemu teman-teman juga,” kata dia.

Dalam memaknai hari Ibu, Hanifa beranggapan bahwa perempuan juga harus mampu mengembangkan bakat dan dirinya.

Jika harus memilih, wanita karier atau sebagai ibu, ia justru lebih suka menjalani keduanya. “Kalau bisa kenapa harus memilih satu. Yang pasti keluarga tetap nomor satu.”

Sibuk bekerja, kata Hanifa, dia tetap bisa meluangkan waktu untuk anak-anaknya, yang kini berusia 12 tahun dan 8 tahun.

“Kegiatan sehari-hari itu yang pastinya mereka harus sekolah seharian pulang ke rumah juga sudah jam 05.00 .”

Hanifa pun bercerita, seperti ibu pada umumnya, ia pun selalu mengalami drama di pagi hari. “Biasanya pagi-pagi aku ribet, nungguin mereka mandi dan siap-siap sekolah sampai aku anterin ke mobil dan kadang-kadang aku suka yoga, nah itu.”

Setelah sibuk bekerja dan pulang ke rumah, Hanifa juga selalu meluangkan waktu, mengintip sedikit kegiatan buah hatinya di malam hari. Namun seringkali, saat pulang, anak-anak sudah tidur. 15 menit sering dia gunakan untuk ngobrol ataupun menemaninya tidur jika si kecil ditemuinya masih terjaga.

Jadi, tak ada halangan untuknya tetap bisa menjaga anak, meski dia sibuk bekerja. Bahkan, kesibukannya di kantor seringkali membuatnya menjadi ibu yang lebih bijak. Dia pun berpandangan, perempuan akan terlihat lebih cantik dan pintar jika bisa mengembangkan dirinya.

“Karena banyak banget dari diri kita yang bisa digali dan bisa lebih banyak bermanfaat untuk orang banyak. Dan kalau mereka bisa itu juga mereka bisa lebih pintar lebih percaya diri. Sebagai perempuan harus bisa lebih mandiri karena kita enggak tahu apa yang terjadi ke depannya,” tambah dia.

Sebagai informasi sepanjang kariernya, Hanifa juga sudah menerima beberapa penghargaan, di antaranya SWA Young N Cool Entrepreneurs, Indonesia Digital Women Award, Prestige 40 under 40 Young Movers & Shakers dan Marketeers Women Award 2016.

Di sela kesibukannya sebagai CEO, istri dan juga ibu dari dua orang anak, Hanifa sesekali menjadi pembicara di seminar seputar digital marketing, community dan entrepreneurship.