#Bola:  Sturridge Diminta Tak Berulah dengan Pelatih Liverpool

AnekaNews.com Mantan pemain Liverpool, John Barnes, meminta Daniel Sturridge untuk tidak berulah di bawah asuhan Juergen Klopp. Menurutnya, Sturridge turuti saja kemauan dari manajer asal Jerman tersebut.

Klopp tengah mengorbankan Sturridge demi memainkan Roberto Firmino sebagai striker tengah. Lewat skema seperti ini, eksplosivitas Sturridge sedikit menurun dan kesulitan mengembangkan permainan saat beroperasi di sektor sayap.

Di laga kontra Burton Albion, Sturridge tampil sebagai pemain pengganti dan menempati pos Firmino yang berada di sektor sayap kiri.  Strurridge mengaku tak bisa menjalankan tugas yang diberikan oleh Klopp, dengan bermain terlalu melebar karena posisinya adalah striker tengah.

Klopp pun langsung bereaksi dengan membalas protes dari Sturridge, dan ujungnya sang pemain dicadangkan saat melawan Tottenham Hotspur. Barnes melihat bila saat ini manajer adalah penguasa, dan Sturridge diminta menurut saja ketimbang harus disingkirkan nantinya.

“Kita sudah melihat dalam kasus Joe Hart di Manchester City dengan Pep Guardiola bahwa para manajer ini sedang menegaskan kekuasaan dan mereka mengatakan, ‘Saya yang berkuasa, lakukan apa yang saya katakan’, karena sudah sejak lama para pemain lebih berkuasa daripada manajernya, dan saya bukan bicara mengenai kasus Daniel saja,” kata Barnes.

“Para suporter akan lebih mendukung para pemain daripada manajer, tapi sekarang dengan Guardiola, Conte, Mourinho, dan Klopp di Liverpool, mereka-lah yang berkuasa dan Anda harus mengikuti. Ketika ia bilang tak mau main di posisi melebar, itu mungkin sudah memiliki dampak,” sambungnya, dikutip talkSPORT.

Barnes akui bila Sturridge adalah pemain yang cukup hebat, namun Klopp tengah memperlihatkan bahwa dia adalah pemimpin tim. Pemain pun harus tunduk akan keputusan dari sang manajer.

“Cuma akan ada satu pemenang dan itu adalah si manajer. Daniel mungkin harus sedikit mengubah sikap untuk menyesuaikan dengan keinginan manajer agar situasi tersebut bisa tuntas,” ujar Barnes.