#Terkini:  Bea Cukai Bebaskan Bea Masuk untuk Buku Ilmu Pengetahuan

AnekaNews.com  – Dukungan terhadap pendidikan di Indonesia ditunjukkan Bea Cukai dengan memberikan fasilitas pembebasan bea masuk atas importasi barang-barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, salah satunya yaitu buku ilmu pengetahuan.

Importasi buku ilmu pengetahuan dibebaskan dari bea masuk dan pengenaan pajak pertambahan nilai , serta dikecualikan dari pemungutan pajak penghasilan Pasal 22.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Robert Leonard Marbun menjelaskan, fasilitas tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.04/2007 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.011/2013.

“Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan dan ditegaskan juga dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor SE-16/BC/2013 tentang Penegasan Pelayanan Importasi Buku Ilmu Pengetahuan yang menyebutkan bahwa pembebasan tersebut berlaku juga untuk buku-buku pelajaran umum, kitab suci dan buku-buku pelajaran agama,”kata Robert menambahkan.

Buku-buku pelajaran umum merupakan buku-buku fiksi dan nonfiksi untuk meningkatkan pendidikan dan kecerdasan bangsa, yang merupakan buku-buku pelajaran pokok, penunjang dan kepustakaan. Sementara kitab suci yang dimaksud adalah kitab suci agama Islam, meliputi kitab suci Alquran termasuk tafsir dan terjemahnya baik secara keseluruhan maupun sebagian dan Juz Amma.

Kitab suci agama Kristen Protestan meliputi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru termasuk tafsir dan terjemahannya baik secara keseluruhan maupun sebagian. Kitab suci agama Katolik yang meliputi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru termasuk tafsir dan terjemahannya baik secara keseluruhan maupun sebagian. Kitab suci agama Hindu meliputi Weda, Smerti dan Sruti, Unpanisad, Itihsa, Purnama, termasuk tafsir dan terjemahannya baik secara keseluruhan maupun sebagian.

Kitab suci agama Budha meliptui Tripitaka termasuk tafsir dan terjemahannya baik keseluruhan maupun sebagian. Pembebasan juga diberikan pada kitab suci lainnya yang telah ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang agama atau pejabat lain yang ditunjuk. Robert menjelaskan bahwa ada juga buku-buka yang dikecualikan dari pembebasan BM.

“Ada buku-buku yang memang tidak diberikan fasilitas seperti buku-buku yang sudah disebutkan sebelumnya. Buku-buku tersebut meliputi buku hiburan, buku roman populer, buku sulap, buku iklan, buku promosi suatu usaha, buku katalog di luar keperluan pendidikan, buku karikatur, buku horoskop, buku horor, buku komik, dan buku reproduksi lukisan,” ujarnya.

Importasi buku-buku tersebut dapat dilakukan oleh pribadi maupun badan tanpa perlu mendapatkan persetujuan pemberian pembebasan BM dari Menteri Keuangan atau pejabat yang ditunjuk, serta untuk memperoleh pembebasan dari pengenaan PPN, tidak diwajibkan memiliki Surat Keterangan Bebas PPN yang diterbitkan oleh Dirjen Pajak.