#Terkini:  Tiga Satgas Kawal Pelaksanaan Puncak Haji

AnekaNews.com  – Satuan Operasional Arafah-Muzdalifah-Mina , Panitia Penyelenggara Ibadah Haji di Arab Saudi terus berkoordinasi dengan masing-masing daerah kerja untuk mematangkan kesiapan prosesi haji.

Tim Satuan Operasional Armina berkoordinasi dengan daker untuk mengawal pelaksanaan wukuf di Arafah hingga lempar jumrah di Mina.

Kepala Satuan Operasional Armina, Jaetul Muchlis, mengatakan, gelar kesiapan tim satuan operasional itu dilakukan dengan melihat pengalaman dan evaluasi tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, tim mengakomodasi regulasi dari pemerintah Arab Saudi serta mempertimbangkan kebijakan yang sifatnya situasional.

“Untuk tahun ini kami terapkan pola G2O, yakni Gerak Gelar Operasional,” kata Muchlis saat pemaparan kesiapan tim di kantor Daker Madinah, Selasa 30 Agustus 2016.

Muchlis menjelaskan, yang dimaksud dengan gerak adalah bagaimana mengatur gerak 1.662 petugas dan 155.200 jemaah saat di Armina.

Sementara itu, gelar adalah bagaimana gelar para jemaah nanti di maktab-maktab di Arafah, pos mabit Muzdalifah, hingga tenda Mina. Termasuk gelar petugas yang terbagi dalam tiga satuan tugas .

Upaya itu, Muchlis melanjutkan, juga untuk mengakomodasi kebijakan yang akan diambil, dan menciptakan organisasi yang bersifat fasilitatif, sehingga keberadaannya dapat dirasakan jemaah.

Nantinya, dalam satuan operasional itu, Muchlis melanjutkan, para kepala bidang akan bertugas sebagai pengendali dan pengawas. Baik itu, di bidang transportasi, katering, pembimbing ibadah, hingga kesehatan.

Selanjutnya, pelaksananya adalah tiga satgas yang ada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. “Dan Mina nantinya yang akan menjadi domain Daker Madinah,” tutur Muchlis.

Selanjutnya, masing-masing satgas tersebut, Muchlis melanjutkan, akan membentuk sektor-sektor ad hoc, yang keberadaannya tidak akan mengganggu struktur organisasi PPIH secara keseluruhan. “Jadi, nantinya akan ada enam sektor,” ujarnya.

Enam sektor itu, Muchlis menambahkan, akan  ditempatkan di Arafah dan Mina. Muzdalifah bukannya dikesampingkan, tapi karena sifatnya hanya transit dan keberadaan jemaah tidak lama.

Selain itu, Muchlis menekankan soal jadwal melempar jumrah yang sudah dikeluarkan Kementerian Haji Arab Saudi. Karena, bagi yang melanggar, pemerintah Arab Saudi akan memberikan sanksi yang cukup berat.

Untuk itu, Muchlis meminta jadwal yang akan segera disinkronkan dengan yang sudah direncanakan pemerintah Indonesia itu, nantinya cepat disosialisasikan kepada ketua kloter dan rombongan.