#Bola:  Everton Hampir Membuat Bek Baru Arsenal Tinggalkan Sepakbola

AnekaNews.com  – Bergabung dengan Arsenal membuat Shkodran Mustafi harus kembali ke Inggris, yang menjadi salah satu bagian kelam dari kariernya. Bek internasional Jerman itu mengungkap hampir meninggalkan sepakbola, karena disia-siakan Everton, empat tahun silam.

“Sepakbola di Inggris sangat mengutamakan fisik, terutama tinggi badan. Sangat cepat dan kurang dalam taktik,” kata Mustafi, seperti dikutip dari Mirror pada Rabu 31 Agustus 2016.

Dia bergabung dengan Everton pada usia 17 tahun, dan tak pernah mendapat kesempatan bermain selama tiga tahun di Goodison Park. Hanya satu kali dia diturunkan sebagai pemain pengganti di Liga Europa.

David Moyes, manajer Everton saat itu, melepasnya secara gratis ke Sampdoria pada 2012. Namun, Mustafi yang kini berusia 24 tahun, mengaku tak punya penyesalan.

“Itu masa yang penting bagi saya. Datang sebagai remaja, menjadi matang dan profesional di sana. Sebagai seorang pemain berusia 17 tahun, sulit untuk menerima kenyataan terus tidak dimainkan. Saya merasa perlu kesempatan bermain untuk berkembang,” ucap Mustafi.

Tiga tahun berada di Inggris tanpa kesempatan bermain, membuat Mustafi sempat mempertimbangkan berhenti dari sepakbola. “Di akhir waktu di Inggris, saya berpikir muak dengan sepakbola,” katanya.

Di usia 20 tahun, dia khawatir sudah terlambat untuk berkembang, meski masih cukup muda untuk meniti karier lain.

Namun, Mustafi akhirnya memutuskan tetap mencoba, saat Sampdoria datang meminangnya. Dia menemukan gaya permainan yang sangat berbeda di Serie A, dan sangat membantunya kembali mencintai sepakbola. “Italia adalah kebalikan dari Inggris. Lebih berpusat pada taktik.”

Sepakbola Italia yang tidak mengutamakan tinggi tubuh, membuat Mustafi memiliki kesempatan untuk memperlihatkan kemampuannya. Mustafi kemudian dibeli Valencia, dan semakin matang karena gaya permainan Spanyol yang lebih membutuhkan kecerdasaan ketimbang fisik.

“Di Spanyol, permainan lebih soal taktik, dan mengandalkan kemampuan Anda untuk membaca permainan,” ujarnya.

Mustafi berkembang di La Liga, di mana kemampuan mengantisipasi dan mencegah lebih penting daripada masalah lainnya. Mustafi pun menggambarkan dirinya sebagai seorang pemain, dengan gaya permainan yang sangat modern, merujuk pada pendekatan proaktif dalam bertahan.