#Gosip Top :Sejak Berdiri, Padepokan Brajamusti Tertutup untuk Warga Sekitar
AnekaNews.com , Jakarta Nama Gatot Brajamusti awal dikenal oleh publik lantaran menjadi guru spiritual penyanyi Reza Artamevia pasca bercerai dengan mantan suaminya Adjie Massaid. Kala itu, diketahui Reza sering belajar di padepokan Gatot Brajamusti yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat.

Namun, berbeda dengan padepokan pada umumnya yang terbuka untuk masyarakat sekitar. Padepokan Brajamusti diketahui tertutup untuk warga sekitar kampung Cikiray, desa Sukamanah, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat.

#Gosip Top :Sejak Berdiri, Padepokan Brajamusti Tertutup untuk Warga Sekitar

“Dia (Gatot) nggak menarik masyarakat sekitar, itu (padepokan tertutup untuk mereka-mereka aja (kelompoknya). Kalo untuk masyarakat biasa kaya kita nggak diundang, cuma rombongannya aja,” ungkap Mamin, ketua RW 09 desa Sukamanah, Cisaat, Sukabumi kepada AnekaNews.com , Selasa (30/8/2016).
Terlebih, saat Reza Artamevia singgah di padepokan tersebut, kondisi rumah bercat putih dengan pagar tinggi itu juga dijaga ketat oleh beberapa pria berbadan tegap. Hal tersebut tentunya menambah keseganan masyarakat sekitar untuk mengetahui aktivitas di dalamnya.

#Gosip Top :Sejak Berdiri, Padepokan Brajamusti Tertutup untuk Warga Sekitar

“Kalo waktu ada Reza (Artamevia) ke sini Aa (Gatot) emang sering ada di sini, kegiatannya ramai juga, tapi kurang tahu rame apa. Dulu kalo pas ada Reza ada banyak yang jaga, dan yang saya tahu memang selalu tertutup,” jelas Mamin.

Saking tertutupnya, Mamin selaku pihak RW setempat pun tidak tahu mengenai aktivitas yang dilakukan di padepokan Brajamusti tersebut. Termasuk soal kabar pengobatan alternatif yang sempat ramai diberitakan. “Saya juga belum pernah masuk sana, jadi tidak tahu ada pengobatan alternatif atau apa di dalamnya,” tandasnya.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, rumah yang dijadikan padepokan oleh Gatot Brajamusti itu dibeli sudah dalam bentuk rumah sekitar tahun 2007. Saat ini, diketahui sudah tidak ada aktivitas di dalam padepokan tersebut lantaran sudah dijual oleh Gatot Brajamusti kepada sebuah yayasan pendidikan pada 2015 lalu.

Sumber Berita : Bintang.com