#Terkini:  Apa Itu Tarwiyah?

AnekaNews.com  – Tarwiyah merupakan hari kedelapan di bulan Dzulhijjah yang artinya merenung atau berpikir. Tarwiyah erat kaitannya dengan peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim AS.

Pada hari Tarwiyah inilah Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah untuk menyembelih anak kesayangannya dari Siti Hajar, Ismail AS. Perintah ini tertuang dalam surah As Saffat ayat 102-107.

Maka pada malam itu dan pagi harinya, Ibrahim AS dengan sangat gelisah terus menerus merenung dan berpikir, apakah mimpinya ini berasal dari Allah SWT ataukah dari setan. Karena ragu tentang kebenaran mimpinya, maka Ibrahim tidak segera melaksanakan perintah itu di siang hari. Ia masih terus berpikir.

Hingga pada malam kesembilan, Ibrahim kembali bermimpi dengan perintah yang sama, menyembelih Ismail. Mimpi yang sama untuk kedua kalinya ini membuat Ibrahim yakin bahwa mimpinya itu merupakan perintah Allah SWT. Karenanya hari kesembilan disebut hari Arafah .

Pada malam kesepuluh, Ibrahim AS bermimpi lagi untuk ketiga kalinya dengan mimpi yang sama persis. Maka keesokan harinya pada 10 Dzulhijjah, di pagi hari, ia melaksanakan perintah itu. Karenanya hari kesepuuh ini dinamakan hari Nahar, yang artinya menyembelih.

Soal hari Tarwiyah ini terdapat hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Dawud dan Ibnu Abbas. Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah SAW salat dzuhur pada hari Tarwiyah dan salat subuh pada hari Arafah dari Mina.”

Dari hadis ini diketahui, hari Tarwiyah terjadi sebelum hari Arafah, dan Nabi Muhammad SAW menunaikan salat dzuhur, ashar, maghrib, isya, dan subuh di Mina pada hari Tarwiyah, malam hari Arafah dan pagi hari Arafah. Ini berarti Rasulullah SAW tidak meninggalkan Mina sebelum terbit matahari di hari Arafah.