#Terkini:  Ini Aturan Tentang Pergerakan Barang Kena Cukai

AnekaNews.com  – Direktur Jenderal Bea dan Cukai menetapkan aturan yang memuat tata cara penimbunan, pemasukan, pengeluaran dan pengangkutan Barang Kena Cukai pada Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-2/BC/2015.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai Deni Surjantoro Rabu 31 Agustus 2016 mengatakan bahwa aturan yang ditetapkan pada tanggal 15 Februari 2015 tersebut merupakan pengganti aturan sebelumnya, PER-45/BC/2012.

“Perdirjen Nomor PER-2/BC/2015 telah menggantikan peraturan sebelumnya, yaitu PER-45/BC/2012 dan merupakan tindak lanjut dari ketentuan pasal 15 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 226/PMK.04/2014,” jelasnya.

Deni menjelaskan bahwa secara garis besar Peraturan Dirjen tersebut adalah mengatur tentang kewajiban pengusaha pabrik dalam memberitahukan pergerakan BKC dari pabrik, tempat penyimpanan dan tempat lainnya, serta kewajiban pencatatan sebagaimana diatur dalam pembukuan di bidang cukai.

Penimbunan BKC dalam aturan ini dibedakan antara BKC yang belum dilunasi cukainya dan BKC yang belum dilunasi cukainya namun digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam pembuatan barang hasil akhir yang merupakan BKC. BKC dapat disimpan di Tempat Penimbunan Sementara atau Tempat Penimbunan Berikat. Sedangkan BKC sebagai bahan penolong dapat disimpan di pabrik.

“Pengusaha pabrik yang menimbun BKC, baik yang telah dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak, maupun yang tidak, wajib membuat pencatatan pemasukan, penimbunan dan pemakaian BKC sesuai dengan ketentuan pembukuan di bidang cukai,” ujarnya.

Untuk pemasukan BKC ke pabrik atau tempat penyimpanan wajib diberitahukan oleh pengusaha pabrik atau tempat penyimpanan kepada Kepala Kantor Bea Cukai yang mengawasi dengan dokumen Pemberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai yang disebut dengan dokumen CK-5. Hal ini berlaku juga untuk pengeluaran BKC dari pabrik atau tempat penyimpanan. Di samping pemasukan dan pengeluaran BKC, ada beberapa pengangkutan BKC yang juga wajib dilindungi dengan CK-5.

Deni menegaskan bahwa petugas Bea Cukai akan melakukan pengawasan dalam setiap pergerakan Barang Kena Cukai, baik penimbunan, pemasukan, pengeluaran dan pengangkutan.   

“Hal ini merupakan tanggung jawab kami untuk mencegah terjadinya pelanggaran di bidang cukai,” katanya.